KLIPING DEMOKRASI

KLIPING DEMOKRASI








DERRY HANI PRATAMA



KELAS: VIII C



DINAS PENDIDIKAN
SMP NEGERI 3 TANJUNG AGUNG
TAHUN AJARAN 2011/2012

Daftar Isi

Daftar Isi i
Senjakala Demokrasi Sosial 1
Demokrasi Tujuh Puluh Persen 2
Demokrasi Kita Belum “Jadi” ? 3
Empati-Simpati Demokrasi 4
Hantu-Hantu Demokrasi 5
Reradikalisasi Demokrasi 6
Defisit Demokrasi 7
Pemimpin Panutan Atau Pemimpin Demokratis 8
Menuju Pendidikan Demokratis Humanistik 9
Demokrasi Dan Oligarki……………………………………………………………...10



Jenis Kliping : Artikel Sosial Politik
Judul : Senjakala Demokrasi Sosial
Penulis : Yonky Karman
Sumber : Kompas
Tanggal Terbit : 6 April 2006

Ringkasan Isi Kliping :

Kliping artikel ini memaparkan tentang demokrasi di negara kita yang baru menyentuh aspek-aspek formal. demokrasi baru diartikan sebagai unjuk rasa atau unjuk kekuatan dalam bentuk massa. bahkan, konstitusionalisme pun terancam demokrasi kuantitatif, terjebak dalam formalitas demokrasi, wacana publik yang berkembang dangkal dan miskin subtansi. energi berbangsa kita habis untuk hal-hal yang bukan inti persoalan.

Kemudian dalam artikel ini dituliskan bahwa demokrasi mestinya bukan soal kemenangan kelompok, tetapi kesejahteraan bangsa. syaratnya persatuan dan kesatuan bangsa tidak boleh dikorbankan. keindonesiaan yang mejemuk bertahan bukan karena tirani mayoritas atau minoritas. kemajemukan adalah warisan bangsa yang harus dipertahankan.






Jenis Kliping : Artikel Sosial Politik
Judul : Demokrasi Tujuh Puluh Persen
Penulis : M Alfan Alfian
Sumber : Kompas
Tanggal Terbit : Kamis, 18 Juni 2009

Ringkasan Isi Artikel :

artikel ini memaparkan tentang masalah etis penyampaian / pengumuman kepada publik hasil jajak pendapat yang dibiaya kelompok kepentingan atau politik tertentu. kemudian dipaparkan dalam artikel ini bahwa politik kerap tidak terlampau memasalahkan keetisan. apakah politik tersebut bergaya mike tyson atau muhammad ali tak dipentingkan, dalam kondisi tertentu politik dimaknai sekedar urusan kalah menang. artikel ini juga mengutip komentar dari al gore ; the presidency is more than a popularity contest.

dipaparkan juga dalam artikel ini bahwa dukungan di atas 70 persen mengingatkan pada istilah yang populer di akhir orde baru, single majority. tingkat legimitasi yang “super kuat” namun, belum tentu menjadi jaminan pemerintahan pascapilpres akan kokoh sekali. soeharto adalah contohnya. pemilih bukan entitas yang statis, tetapi amat dinamis. dukungan 70 persen di awal belum tentu mampu bertahan hingga akhir masa jabatan. dalam demokrasi check and balances harus tetap jalan. pemerintah pascapilpres harus membuktikan janji-janji secara sungguh-sungguh sehingga berkualitas dan berprestasi.





Jenis kliping : Artikel Sosial Politik
judul Kliping : Demokrasi Kita Belum “Jadi” ?
Penulis : Sulastomo
sumber : Kompas
Tanggal Terbit : 4 Agustus 2007

Ringkasan Isi Kliping :

kliping artikel ini memaparkan tentang dua prasyarat demokrasi bisa tegak, yaitu ; kesetaraan dan kebebasan dalam memilih. hanya demokrasi yang memenuhi dua persyaratan itu yang akan menghasilkan demokrasi yang sehat, yaitu “penyelenggaraan pemerintahan oleh rakyat, dari rakyat untuk rakyat. adanya “kesetaraan” ditandai dengan kemampuan rakyat untuk memilih, menilai, wakil-wakilnya, sehingga akan terpilih wakil rakyat yang aspiratif dan terbaik.

kemudian dalam artikel ini dijelaskan bahwa dalam pemilu sering ditemui kesenjangan antara rakyat dan wakil-wakilnya. bila dilihat dari prinsip demokrasi, ada beberapa hal yang menyebabkan munculnya kesenjangan tersebut, yaitu : sistem pemilu proporsional dan tingkat pendidikan dan sosial pemilih yang masih amat lebar.







Jenis Kliping : Artikel Sosial Politik
Judul : Empati-Simpati Demokrasi
Penulis : Aloys Budi Purnomo
Sumber : Kompas
Tanggal Terbit : 2 Juli 2007

Ringkasan Isi Kliping :

kliping artikel ini memaparkan tentang keterkaitan antara rakyat (demos) dan penguasa yang memerintah (kratein) yang dalam demokrasi membutuhkan empati dan simpati. ketika sebagai presiden—nota bene berkuasa sebagai eksekutif pemerintahan, mau mendatangi rakyat yang menderita akibat bencana dan menunjukkan empati dan simpati, sebetulnya selangkah lagi sby dapat menampilkan jiwa profetik dalam demokrasi.

kemudian dalam artikel ini dituliskan bahwa demokrasi yang dilandasi empati dan simpati serta berakar dari hati, akan mengubah kekuatan menjadi kebebasan. demokrasi yang dilandasi hati mampu mentransformasikan a fear society menjadi a free society. ketika rakyat yang tertindas dan menderita masih dibayang-bayangi rasa takut mengungkapkan perasaannya disanalah demokrasi macet.







Jenis Kliping : Artikel Sosial Politik
Judul Kliping : Hantu-Hantu Demokrasi
Penulis : Yasraf Amir Piliang
Sumber : Kompas
Tanggal Terbit : 25 Juli 2007

Ringkasan Isi Kliping :

Didalam artikel ini memaparkan tentang kondisi demokrasi yang kian keropos dan wajah demokrasi yang tampil kian “palsu”. dipaparkan pula bahwa ada “hantu-hantu demokrasi” berupa “jejaring kekuasaan” extra-nation stateyang memacetkan demokrasi. “kuasa rakyat” sebagai pilar demokrasi kini diambil alih “kuasa jaringan” sehingga kekuasaan tertinggi yang secara de jure ada di tangan rakyat, kini secara de facto beralih pada kekuasaan jariingan, dengan medan “kedaulatan” sendiri yang menjadi parasit di dalam sistem demokrasi.

Kemudian didalam artikel ini dituliskan proses demokrasi yang berlangsung di atas tubuh bangsa ini kerap dibayangi “hantu-hantu demokrasi” berupa ; pertama, “hantu totalitarianme” dalam wujud baru seperti fasis-fasis kecil dalam otonomi daerah, fasisme massa, dan fasisme media. kedua, hantu fundamentalisme. ketiga hantu anarkisme berupa spirit “pembangkangan sipil”. keempat, hantu informasionisme. dihuni “hantu-hantu” masa depan demokrasi menjadi semacam “demokrasi bayang-bayang” di dalamnya geopolitik diambil alih “netopolitik”. komunikasi politik digantikan simulasi politik, rakyat menjadi komunitas virtual, fundamentalisme menggerogoti demokrasi, dan demos menjelma menjadi nettos. demokrasi hanya tampak pada citra permukaan, sementara dalam tubuh demokrasi hidup spirit-spirit anti-demokrasi.




Jenis Kliping : Artikel Sosial Politik
Judul : Reradikalisasi Demokrasi
Penulis : Donny Gahral Adian
Sumber : Kompas
Tanggal Terbit : Rabu, 4 Mei 2011

Ringkasan Isi Artikel :

artikel ini memaparkan tentang kegamangan pemerintah dalam menghadapi radikalisme, suatu yang umum terjadi di jalur demokrasi liberal, perlunya demokrasi direradikalisasi dengan menggaris tebal syarat koeksistensi untuk memisahkan secara tegas antara demos dan non-demos. demokrasi tidak serba mengakomodasi.

kemudian dalam artikel ini dipaparkan juga batas toleransi dari demokrasi. karena demokrasi bersandar pada prinsip toleransi. intoleransi hanya akan merusak koeksistensi politik yang menopang masyarakat demokratis. toleransi tidak tanpa batas. toleransi hanya diberikan pada keyakinan toleran dan tidak pada yang intoleran. ini adalah pantulan ajaran keadilan distributif lama : perlakuan yang sama pada yang sama, perlakuan yang tak sama pada yang tak sama.

didalam artikel ini juga dituliskan bahwa politik “intoleransi terhadap toleransi” bukan sekedar rangkaian petuah atau imbauan. politik toleransi bersumbu pada pemisahan tegas antara demos dan non-demos.




Jenis Kliping : Artikel Kliping Sosial Politik
Judul : Defisit Demokrasi
Penulis : Burhanuddin Muhtadi
Sumber : Kompas
Tanggal Terbit : 12 Mei 2011

Ringkasan Isi Kliping :

kliping artikel ini memaparkan tentang indeks demokrasi indonesia ditingkat global berdasarkan hasil riset economist intelligence unit (eiu) tahun 2010 yang menempatkan indonesia pada posisi 60 dari 167 negara yang disurvei. dipaparkan dalam artikel ini ada 60 indikator yang digunakan eiu, dikelompokkan dalam lima topik : proses pemilu dan pluralisme, kinerja pemerintah, partisipasi politik, budaya politik dan kebebasan sipil. indeks demokrasi yang rendah, menunjukkan konsolidasi demokrasi yang kita impikan sejak jatuhnya soeharto masih menemui jalan terjal dan berliku. dalam leksikon ilmu politik, konsolidasi demokrasi terjadi jika “mendapatkan legitimasi yang luas dan kuat dari warga sehingga kecil kemungkinannya ambruk.











Jenis Kliping : Artikel Sosial Politik
Judul Kliping : Pemimpin Panutan Atau Pemimpin Demokratis
Penulis : Ignas Kleden
Sumber : Kompas
Tanggal Terbit : 6 Juni 2007

Ringkasan Isi Kliping :

artikel ini memaparkan tentang masih adanya harapan akan pemimpin panutan diitengah retorika politik saat ini. artikel ini juga memaparkan tentang kita yang tak menyadari sering memperlakukan seseorang sebagai pemimpin panutan dan dijelaskan pula muasal paham tentang pemimpin panutan yang berasal dari masa aristokrasi, yaitu ketika hubungan patron klien merupakan pola utama yang mengatur hubungan sosial. pada masa ini dipercaya bahwa status sosial yang lebih tinggi membawa serta kewajiban yang lebih banyak dalam memberikan teladan hidup.

kemudian dituliskan didalam artikel ini bahwa paham tersebut kemudian secara radikal diubah didalam sistem demokrasi yang bertolak dari ide utama tentang persamaan setiap orang. aspek persamaan yang sering diitekankan dalam diskusi politik adalah persamaan didalam hukum meski dalam status sosial berbeda. kemudian dijelaskan dalam artikel ini bahwa secara implisit, demokrasi mengandaikan adanya semacam persamaan dalam moralitas di antara semua orang tetapi dalam formula negatif.






Jenis Kliping : Artikel Kliping Sosial Budaya
Judul : Menuju Pendidikan Demokratis Humanistik
Penulis : Y Priyono Pasti
Sumber : Kompas
Tanggal Terbit : 23 Juli 2005

Ringkasan Isi Kliping :

Artikel ini memaparkan tentang pendidikan di indonesia yang dinilai kurang demokratis. realitas proses pembelajaran yang terjadi disekolah-sekolah selama ini sama sekali tidak memberikan peluang kepada peserta didik untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis. saat ini model pendidikan yang diibutuhkan adalah model pendidikan yang demokratis, partisipatif, dan humanis : adanya suasana saling menghargai, adanya kebebasan berpendapat/berbicara, kebebasan mengungkapkan gagasan, adanya keterlibatan peserta didik dalam berbagai aktivitas disekolah, dan kemampuan hidup bersama dengan teman yang mempunyai pandangan berbeda.

Kemudian dituliskan dalam artikel ini bahwa paradigma pembelajaran dan pendidikan seyogyanya merupakan sebuah paradigma pembelajaran yang sedari tingkat filosofis, strategi, pendekatan proses dan teknologi pembelajarannya menuju ke arah pembebasan anak didik dengan segala eksistensinya. dituliskan juga dalam artikel ini perihal keharusan mengupayakan pendidikan yang demokratis yang dimulai dari sekolah. pendidikan demokratis bukan hanya untuk menyiapkan siswa bagi kehidupan mereka nanti di masyarakat, tetapi sekolah sendiri juga harus menjadi masyarakat mini, dimana praktik demokrasi yang ada dalam masyarakat perlu diadakan secara nyata disekolah. dengan demikian, anak dibiasakan dengan karateristik kehidupan yang demokratis.


Jenis Kliping : Artikel Sosial Politik
Judul : Demokrasi Dan Oligarki
Penulis : Juwono Sudarsono
Sumber : Kompas
Tanggal Terbit : Sabtu, 2 Juli 2011

Ringkasan Isi Artikel :

Artikel ini memaparkan tentang “isi” buku Oligarchy-nya Jeffry Winters yang membahas tentang perdebatan abadi antara “demokrasi” dan “oligarki”, tentang pembagian oligarki ke dalam berbagai jenis atau “rumpun” ; oligarki militer, oligarki pemerintahan, oligarki kesultanan, dan oligarki sipil.

Kemudian dalam artikel ini juga dipaparkan perihal pengamatan jeffry winters bahwa di negara-negara demokrasi asia tenggara seperti indonesia dan filipina, oligarki kesultanan berubah menjadi “demokrasi kriminal”.





























0 komentar:

Poskan Komentar